MEDAN – Aliantalkshow.com
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan, Hasyim, SE., melayangkan kritik yang menohok terkait perlunya evaluasi menyeluruh dan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar keselamatan serta kesehatan anak didik tidak terabaikan.
Pernyataan tersebut disampaikan Hasyim saat memimpin rombongan pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Medan menjenguk para siswa korban dugaan keracunan MBG di UPT SD Negeri 060870 Medan. Senin (11/10/2026)
Rombongan turut didampingi Sekretaris Boydo HK Panjaitan, Bendahara Ustadz Fuad Akbar, serta anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi PDI Perjuangan, Agus Setiawan.
Rombongan pengurus partai tersebut disambut hangat oleh Kepala UPT SD Negeri 060870, Sri br Bangun, di lingkungan sekolah.
Kunjungan ini dilakukan menyusul insiden yang dialami oleh 17 siswa sekolah dasar tersebut, yang sebelumnya dilarikan ke Rumah Sakit Imelda akibat mengalami mual, muntah, hingga pusing usai menyantap paket MBG berupa nasi, sayur, lauk, buah, dan susu.
Hasyim menegaskan bahwa niat baik pemberian makanan gratis seharusnya diimbangi dengan standar kualitas dan standar operasional pengawasan yang ketat. Menurutnya, program yang menyasar anak-anak tidak boleh luput dari kontrol higienitas agar niat memberi gizi tidak justru membahayakan kesehatan para siswa.
Aspirasi senada turut disampaikan salah seorang wali siswa, Hery Setiawan, dalam pertemuan itu. Ia berharap anggaran MBG dapat dialihkan untuk program sekolah gratis secara nasional, atau jika tetap dilanjutkan, pengawasannya harus benar-benar diperketat agar makanan yang disajikan memenuhi standar gizi yang layak.
Sebagai bentuk kepedulian sosial dan rasa simpati, Hasyim bersama jajaran pengurus menyerahkan santunan berupa uang tunai untuk membantu meringankan beban sekaligus sebagai penyemangat bagi siswa yang terdampak.
Kepala Sekolah Ibu Sri Bangun mengapresiasi kehadiran dan kepedulian jajaran PDI Perjuangan Kota Medan, serta berharap pengawasan penyediaan makanan di sekolah dapat ditingkatkan agar musibah serupa tidak terulang kembali. (Alian/rel)



